Ini Pembagian Klasifikasi Angkutan Umum Bekasi

id angkutan umum, klasifikasi angkutan umum, penataan operasional transportasi publik, Ketua DTKB, Harun Al Rasyid, angkutan lingkungan, angkutan umum ko
Ini Pembagian Klasifikasi Angkutan Umum Bekasi
Ilustrasi - Sejumlah angkutan umum menunggu penumpang dengan cara menutup setengah ruas jalan di Bekasi, Jawa Barat. (Foto Antara/Risky Andrianto/Dok).
Klasifikasi angkutan umum ini merupakan bagian dalam `grand design` transportasi di Kota Bekasi.
Bekasi (Antara Megapolitan) - Dewan Transportasi Kota Bekasi, Jawa Barat, akan membagi klasifikasi angkutan umum di wilayahnya sebagai bagian dari penataan operasional transportasi publik.

"Klasifikasi angkutan umum ini merupakan bagian dalam `grand design` transportasi di Kota Bekasi," kata Ketua Dewan Transportasi Kota Bekasi (DTKB) Harun Al Rasyid di Bekasi, Jumat.

Harun Al Rasyid mengatakan bahwa operasional angkutan umum di Kota Bekasi berdasarkan klasifikasinya terbagi atas angkutan lingkungan, angkutan umum kota, dan angkutan umum massal.

Menurut tokoh akademisi Kota Bekasi itu, pembahasan makro design transportasi di Kota Bekasi menetapkan angkutan massal kereta sebagai angkutan utama di Kota Bekasi menyusul adanya jaringan kereta eksisting serta segera dioperasionalkannya light rail transit (LRT) di wilayah itu.

"Ke depannya pergerakan penumpang akan banyak memanfaatkan kereta untuk beragam tujuan mereka seiring dengan mulai terkoneksinya sejumlah trayek di Jabodetabek sehingga kereta diproyeksikan menjadi angkutan umum utama di Kota Bekasi," katanya.

Sementara itu, angkutan umum perkotaan, seperti angkot konvensional, transpatriot, taksi, angkutan umum berbasis "online", dan lainnya akan diarahkan menjadi angkutan "pengumpan" ke sejumlah stasiun kereta.

"Untuk angkutan lingkungan, sifatnya hanya beroperasional di kawasan perumahan padat penduduk untuk mengantar menuju halte angkutan pengumpan," katanya.

Harun mengatakan bahwa grand design berisi tentang kemudahan, rasa aman, dan nyaman bagi masyarakat dalam memperoleh transportasi.

Sasarannya, kata dia, tidak hanya orang biasa, tetapi juga penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus.

Menurut dia, transportasi merupakan kebutuhan masyarakat karena menyangkut hajat hidup orang banyak. Bahkan, transportasi telah menjadi tulang punggung perekonomian suatu warga dan daerah.

Keberadaan sistem transportasi yang modern dan terintegrasi akan mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas masyarakat.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga