Minggu, 25 Juni 2017

Pelatihan Usaha Ikan Hias Bekasi Salah Sasaran

id ikan hias, pelatihan usaha, Asosiasi Ikan Hias Kota Bekasi, Ali Anwar, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Bank Syariah Patriot, modal usaha, bekasi
Pelatihan Usaha Ikan Hias Bekasi Salah Sasaran
Ilustrasi - Ikan hias. (Foto Antara/Dok)
Kota Bekasi harus memiliki balai benih untuk memastikan kepada eksportir bahwa ikan hias yang dibesarkan oleh peternak sudah kualitas ekspor.
Bekasi (Antara Megapolitan) - Asosiasi Ikan Hias Kota Bekasi, Jawa Barat, menilai kebijakan pemerintah setempat dalam memberikan pelatihan usaha setiap tahunnya tidak tepat sasaran dan justru mengarah pada pemborosan anggaran daerah.

"Selama ini para pembudidaya hanya mendapatkan pelatihan. Saya rasa pelatihan itu tidak tepat, karena titik permasalahannya bukan di ranah itu," ujar Wakil Ketua Asosiasi Ikan Hias Kota Bekasi Ali Anwar di Bekasi, Kamis.

Menurut dia, pola pengembangan usaha ikan hias akan lebih baik bila para pelaku usahanya termotivasi dengan pemberian modal dengan bunga yang rendah serta area promosi yang layak.

Pria yang juga sejarawan Bekasi itu mengungkapkan berbagai permasalahan pengembangan potensi ikan hias terutama jenis air tawar di wilayahnya secara langsung kepada Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dalam pertemuan di Pendopo Plaza Pemkot Bekasi, Kamis.

Ali mewakili 200 anggotanya itu mengungkapkan bahwa dahulu Kota Bekasi adalah penyuplai ikan hias terbesar yang jangkauan eksportnya sampai ke Singapura, Jepang, Tiongkok hingga ke beberapa negara Eropa.

Seiring perkembangan zaman, kata dia, situasi itu mulai berubah setelah maraknya peralihan fungsi lahan terbuka hijau menjadi kawasan komersil yang berimbas kepada pembudidaya yang beralih profesi.

"Pembudidaya ini secara otomotis mulai begeser ke wilayah Bogor tepatnya di daerah Parung," katanya.

Ali mengatakan, pada 1990 Kota Bekasi merupakan kota pembudidaya ikan hias terbesar dengan kualitas ikan hias yang mampu bersaing di pasar internasional.

"Kota Bekasi harus memiliki balai benih untuk memastikan kepada eksportir bahwa ikan hias yang dibesarkan oleh peternak sudah kualitas ekspor," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menawarkan solusi persoalan modal usaha lewat pinjaman Bank Syariah Patriot yang dapat memberi pinjaman kepada Usaha Mikor Kecil dan Menengah (UMKM) maksimal Rp100 juta dengan biaya administrasi 4 persen tampa bunga.

"Dari produksi ke distribusi harus ada alurnya, karena itu saya panggil pimpinan Bank Syariah Patriot, Dinas Perindustrian dan Perdagangan karena sistem kerja kita memerlukan koneksi yang baik," katanya.

Berkaitan dengan permintaan tempat promosi, Rahmat mengaku segera mengembalikan fungsi Pusat Promosi Ikan Hias Rawalumbu sebagai sentra ikan hias di Kota Bekasi.

"Tetapi akan kita bagi peruntukannya dengan sistem zona khusus. Jika kurang akan kita tambah. Toh itukan tidak sampai 100 - 200 meter kebutuhan luasnya," katanya.

Editor: Naryo

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga